Resume pert 9

untuk tugas kampusku mata kuliah manajemen umum pada pertemuan 9 yaitu tentang penggerakan(actuating) dapat di download disini

resume MU pert 9

FUNGSI KETIGA MANAJEMEN

Oleh: Esti Vidia Pangesti (12410100087)

  • Pengertian Penggerakan (Actuating)

Penggerakan adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan kata lain penggerakan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (palnning) dan usaha pengorganisasian.

Pelaksanaan pekerjaan dan pemanfaatan alat-alat bagaimanapun canggihnya atau handalnya, baru dapat dilakukan jika karyawan ikut berperan aktif melaksanakannya. Jadi proses manajemen bisa terlaksana setelah fungsi penggerakan diterapkan.

Unsur Manusia dalam Penggerakan

Unsure-unsur dari manusia dalam penggerakan menurut  George F. Terry yaitu:

  • Mendapatkan orang-orang yang cakap
  • Mengatakan kepada mereka apa yang ingin kita capai
  • Menerangkan cara mengerjakan
  • Memberikan otoritas
  • Memberikan inspirasi untuk mecapai sasaran

Untuk mendapatkan hal-hal diatas maka dari itu para manajer harus memeperhatikan:

  • Unsur manusia dalam segala tindakan manajerial
  • Mencari keterangan akan kebutuhan karyawan
  • Memperhatikan kepentingan kelompok

Pada dasarnya, kegiatan actuating bertujuan untuk:

  • Pemilihan orang yang tepat untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan dalam proses pengorganisasian.
  • Memberikan instruksi sebaik-baiknya dan mendorong orang untuk bekerja mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Komunikasi dilakukan seseorang dapat berfungsi sebagai:

  • Fungsi control : sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain tetap sesuai pada jalur yang ditetapkan oleh kita atau tidak, dan juga mengetahui bagaimana keadaan orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.
  • Fungsi motivasi : menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek dan jangka panjang, mendorong orang menentukan pilihan dan keinginannya, mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar.
  • Fungsi ekspresi perasaan : kita bisa menyampaikan emosi perasaan melalui komunikasi. Pada level ini, kita bisaanya hanya butuh untuk didengar untuk membagi beban emosi kita kepada orang lain, namun tak jarang kita mengharapkan advice (nasehat) dan tanggapan lisan dari orang lain.
  • Fungsi informasi : komunikasi merupakan sebuah proses untuk memberikan informasi dari sumber kepada tujuan yang pada akhirnya melahirkan feedback (tanggapan atau umpan balik)

Model Proses Komunikasi

  • Sumber (Source)

Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dan dokumen ataupun sejenisnya.

  • Pengubahan berita ke dalam sandi/kode (encoding)

Mengubah berita ke dalam berbagai bentuk simbol–simbol verbal atau non verbal yang mampu memberikan pengertian, seperti dalam bentuk percakapan , gerakan, atau tulisan.

  • Pengiriman berita (transmitting the message)

Langkah ketiga ini mencerminkan pilihan komunikator terhadap media atau “saluran distribusi”.

  • Penerima berita

Melalui pancaindera (penglihatan, pendengaran, pengecap, perabaan, dan penciuman)

  • Pengartian atau penterjemahan kembali berita (decoding)

Pengartian simbol-simbol oleh penerima. Dipengaruhi oleh latar belakang, kebudayaan, pendidikan, praduga, dan gangguan disekitarnya.

Selalu ada kemungkinan bahwa berita diartikan berbeda oleh si penerima. Jadi penerima mempunyai tanggung jawab untuk efektivitas komunikasi, dalam hal komunikasi dua arah.

  • Umpan balik (feed back)

Setelah berita diterima dan diterjemahkan, penerima mungkin meenyampaikan berita balasan yang ditujukan kepada pengirim mula-mula.

Manfaat Komunikasi Lisan

  • Adanya kesempatan untuk berinteraksi antara sumber dan penerima
  • Memungkinkan komunikasi nonverbal (gerakan tubuh,intonasi suara, dll),
  • Disampaikannya berita secara cepat, dan memungkinkan umpan balik diperoleh segera.

Manfaat Komunikasi Tertulis (memo, surat, laporan, dll)

  • Penyelesaian laporan atau dokumen untuk kepentingan di waktu mendatang.

Efektivitas Komunikasi Organisasi

Teknik-teknik yang dikembangkan untuk mengimplementasikan perbaikan-perbaikan saluran komunikasi adalah sebagai berikut:

  • Saluran komunikasi formal
    • Semakin melebar sesuai perkembangan dan pertumbuhan organisasi
    • Menghambat aliran informasi antar tingkat organisasi
    • Struktur Organisasi
    • Spesialisasi jabatan
    • Pemilikan informasi

Tipe Saluran Komunikasi

  • Komunikasi Vertikal

Komunikasi ini mencakup seluruh transaksi yang meliputi aliran informasi kebawah maupun keatas yang terjadi antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi.

  • Komunikasi kebawah > member pengarahan, informasi, instruksi, dll
  • Komunikasi keatas > supply informasi yang terjadi di tingkat bawah: laporan periodic, penjelasan, gagasan, dll
  • Komunikasi Lateral/ Horizontal

Komunikasi ini mencakup seluruh penyampaian informasi yang mengalir secara lateral dalam suatu organisasi yaitu komunikasi antara bagian kelompok kerja yang sama tingkatan atau kelompok yang mempunyai kedudukan status yang sederajat yang bersifat koordinatif.

  • Komunikasi Diagonal

Komunikasi ini mencakup seluruh transmisi antara aliran vertical dan horizontal. Contohnya adalah bagaimana terjadi interaksi antara manajer dengan para anggota staff dan unit-unit pelayanannya.

Hambatan Komunikasi Efektif

  • Hambatan Organisasional

Factor-faktor yang menyebabkan adalah:

  • Tingkatan hirarki

Berikut ini adalah cara merubah tingkatan hirarki:

–      Penyingkatan (condensation): penelitian menunjukkan bahwa para penerus berita sering atau cenderung mengubah isi berita dengan menyampaikan hanya pokok-pokok berita (tidak secara terperinci seperti yang mereka terima).

–      Closure: para penerima berita yang mendua (membingungkan) cenderung melengkapi atau menutup kekurangan informasi.

–      Pengharapan (expectation): kenyataan yang membuktikan penerus informasi sering membelokkan komunikasi kearah yang mereka inginkan.

–      Asosiasi: menghubungkan peristiwa yang satu dengan yang lain pada kejadian yang sudah-sudah

  • Wewnang manajerial
  • Spesialisasi
  • Hambatan Antar Pribadi

Factor-faktor yang menyebabkan adalah:

  • Persepsi selektif
  • Status/kedudukan komunikator
  • Keadaan membela diri
  • Pendengaran lemah
  • Ketidaktepatan penggunaan bahasa

 

Peningkatan Efektivitas Komunikasi

  • Kesadaran akan kebutuhan komunikasi efektif
  • Penggunaan Umpan – Balik
  • Menjadi Komunikator yang lebih efektif
  • Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu aktifitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain atau kelompok supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Itu berati menunjukkan bahwa jika seseorang telah mulai berkeinginan untuk memepengaruhi perilaku orang lain atau kelompok, maka kegiatan kepemimpinan itu telah dimulai.

Kepemimpinan denga kekuasaan mempunyai relevansi yang cukup tinggi. Kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Untuk mempengaruhi, membutuhkan kekuasaan. Sedangkan kekuasaan itu sendiri merupakan potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Ini berati bahwa kekuasaan adalah merupakan suatu sumber yan memungkinkan seorang pemimpin mendapatkan hak untuk mengajak, meyakinkan, dan mempengaruhi orang lain (meskipun tidak diinginkan).

Teori Kepemimpinan

  • Great-man Theory

Teori ini mengemukakan kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir dari kedua orang tuanya. Pemimpin dilahirkan bukan diciptakan. Teori ini melihat kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin.

  • Trait Theory

Sesuai dengan namanya, maka teori ini mengemukakan bahwa efektivitas kepemimpinan sangat tergantung pada kehebatan karakter pemimpin. “trait” atau sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik dan kemampuan social.

Penganut teori ini yakin dengan memiliki keunggulan karakter diatas, maka seseorang akan memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan dapat menjadi pemimpin yang efektif.

Sifat-sifat kepemimpinan:

  • Kemampuan sebagai pengawas (supervisor ability)
  • Kebutuhan akan prestasi dlm pekerjaan (tanggung jawab dan keinginan untuk sukses)
  • Kecerdasan ( kebijakan, daya pikir, kreativitas)
  • Ketegasan (decesiveness): kemampuan membuat keputusan & memecahkan masalah
  • Kepercayaan diri
  • Inisiatif, kemampuan bertindak
  • Contingency Theory

Teori contingency dapat disimpulkan bahwa seseorang pemimpin yang efektif harus memperhatikan factor-faktor situasional yang terdapat didalam organisasi. Karena factor-faktor situasi tersebut tidak selalu tetap, maka diperlukan kemampuan dari pemimpin untuk mengadaptasi kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

  • Behavioral Theory

Mengacu pada keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui teori “trait”, para peneliti pada era perang dunia ke II sampai era diawal tahun 1950-an mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti “behavior” atau perilaku seorang pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan.

Focus pembahasan teori kepemimpinan pada periode ini beralih dari siapa yang memiliki kemampuan memimpin ke bagaimana perilaku seseorang untuk memimpin secara efektif.

  • Teory X & Y (McGregor)

–      Teori X:

  • Manusia pada dasarnya malas/tidak menyukai pekerjaan > menghindari jika mungkin
  • Sehingga orang harus dipaksa, diawasi, diarahkan
  • Rata-rata ingin diarahkan > menghindari tanggung jawab, ambisi kecil, jaminan hidup lebih banyak.

–      Teori Y

  • Kodrat manusia (membutuhkan bermain, beristirahat baik fisik/mental)
  • Memiliki kapasitas untuk berimajinasi, cerdik & kreatif
  • Potensi itelektual hanya digunakan sebagian saja
  • Pengawasan/hukuman eksternal bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan
  • Membutuhakn penghargaan untuk prestasi yang sudah dilakukan
  • Belajar bukan hanya untuk menerima ilmu tapi juga mencari tanggung jawab
  • Sistem Manajemen (Likert)

–      Manajer yang berorientasi pd karyawan mempunyai semangat kerja dan produktifitas yang lebih tinggi daripada yang hanya berorientasi pada tugas

–      Sistem1

  • Manajer membuat keputusan, memerintah, standar dan metode pelaksanaan ditetapkan oleh manajer

–      Sistem2

  • Manajer memerintah ttp memberi kebebasan pd bawahan untuk fleksibel melaksanakan dlm batas2 prosedur yang sudah ditetapkan

–      Sistem3

  • Manajer menetapkan tujuan &perintah setelah berdiskusi dg bawahan. Bawahan dpt membuat prosedur / keputusan ttg pelaksanaan tugas

–      Sistem4

  • Tujuan & keputusan dibuat berdasarkan kelompok
  • Kisi-kisi Manajerial (Blake and Mouton)
  • Studi Ohio State
  • Big Bang Theory

Teori yang mengintegrasikan antara situasi dan pengikut anggota organisasi sebagai jalan yang dapat mengantarkan seseorang menjadi pemimpin. Situasi yang dimaksud adalah peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian besar seperti revolusi, kekacauan/ kerusuhan, pemberontakan, reformasi dan lain-lain.

Corak Interaksi Pemimpin dengan Bawahannya

  • Hubungan antara atasan dan bawahan > hubungan saling ketergantungan yang
  • bisaanya tidak seimbang
  • Dalam proses interaksi > proses saling mempengaruhi > corak interaksi
  • Corak interaksi > menentukan derajat keberhasilan kepemimpinan seorang
  • pemimpin
  • Corak interaksi:
    • Kepemimpinan Transaksional
    • Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan Transaksional

  • Pemimpin berinteraksi dengan bawahan melalui proses transaksi.
  • Proses transaksi:
    • Contingent Reward

–      “Jika anda bekerja baik, imbalan juga akan baik”

  • Management by Exception-Active

–      “Silakan kerjakan tugas anda, saya akan mengawasi dengan ketat. Jika timbul kesalahan, saya akan bantu”

  • Management by Exception-Passive

–      “Silakan kerjakan tugas anda. Jika timbul masalah, usahakan selesaikan sendiri. Jika anda tidak mampu, saya akan bantu”

  • Laissez-Faire

–      “Silakan kerjakan tugas anda secara mandiri. Anda mampu melakukannya dan bertanggung jawab sendiri”

Kepemimpinan Transformasional

  • Interaksi antara atasan dan bawahan ditandai oleh pengaruh atasan untuk mengubah bawahannya untuk menjadi orang yang mampu dan bermotivasi tinggi, dan berupaya mencapai prestasi yang tinggi/bermutu
  • 5 Aspek kepemimpinan Transformasional
  1. Attribut charisma

Pemimpin mendahulukan kepentingan organisasi, bersedia berkorban, bawahan suka dan tenang jika berada di dekat pemimpinnya.

2. Inspirational Leadership/Motivation

  • Pemimpin mampu menimbulkan inspirasi pada bawahan.
  • Pemimpin mampu memberikan keyakinan bahwa tujuan dapat tercapai

3. Intelectual Simulation

Pimpinan mendorong bawahan untuk memikirkan kembali cara kerja mereka

4. Indivisualized Consideration

Bawahan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara khusus, memperlakukan bawahan sebagai seorang pribadi yang memiliki kecakapan.

5. Idealized Influenced

Pemimpin berusaha mempengaruhi bawahan dengan menekankan nilai-nilai dan keyakinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s